Monday, June 26, 2017

Menggabungkan Kombinasi Routing RIP v2, OSPF dan Static

Pada kesemptan kali ini saya akan coba berbagi pengalaman mengenai menggabungkan beberapa jenis routing sekaligus, rasanya memang tidak terlalu penting apabila kita tidak bekerja di suatu provider tapi untuk sekedar menambah pengetahuan tidak ada yang salah.

Langsung saja pada materi kali ini saya akan menggunakan RIP v2, OSPF dan juga routing Static dengan bentuk jaringan dan ip address seperti di bawah :

Untuk mempermudah konfigurasi maka kita pisahkan network sesuai dengan jenis routing yang akan digunakan, pembagiannya sesuai gambar akan menjadi seperti berikut :

  • Routing Dinamis RIP :
    Network 192.168.1.0 / 24
    Network 192.168.2.0 / 24
    Network 192.168.3.0 / 24
    Network 192.168.7.0 / 24
  • Routing Dinamis OSPF
    Network 192.168.4.0 / 24
    Network 192.168.5.0 / 24
    Network 192.168.6.0 / 24
    Network 192.168.8.0 / 24
  • Routing Static
    Network 192.168.9.0 / 24
    Network 192.168.10.0 / 24
Setelah dilakukan pembagian seperti di atas maka kita bisa langsung melakukan konfigurasi untuk setiap router sesuai dengan routingan yang sudah ditentukan.

ROUTER 0
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.3.0
Router(config-router)#network 192.168.7.0

ROUTER 1
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.2.0

Router(config-router)#network 192.168.3.0

Router 3
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network
Router(config-router)#network 192.168.4.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 0

Router 4
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network
Router(config-router)#network 192.168.5.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.0 0.0.0.255 area 0

ROUTER 5
Routing Static ke 0.0.0.0 Mask 0.0.0.0 Gateway 192.168.10.1

Router 2 (Agar routingan OSPF mengenali RIP v2)
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network
Router(config-router)#network 192.168.7.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#Redistribute RIP


Router 2 (Agar routingan RIP v2 mengenali OSPF)
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.168.7.0
Router(config-router)#network 192.168.8.0
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#Redistribute ospf 1 metric 1

Router 2 (Agar routing RIP v2 dan OSPF mengenali routingan Static)
Static routing 192.168.9.0 255.255.255.0 192.168.10.2

Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#Redistribute static
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#Redistribute static

Sekian cara mengkombinasikan beberapa macam routing, apabila ada hal yang kurang jelas silahkan meninggalkan pada kolom komentar, terimakasih.

Saturday, June 24, 2017

Menjalankan Python Pada Startup Raspberry Pi

Bahas pemrograman python cukup banyak digunakan para developer, dengan munculnya dan semakin boomingnya perangkat raspberry maka bahasa python ini pun ikut semakin populer digunakan oleh para programmer untuk membuat aplikasi di raspberry. Tentunya akan sangat dibutuhkan agar program secara otomatis dijalankan setelah perangkat raspberry dinyalakan agar tidak dibutuhkan untuk start program secara manual.

Berikut cara untuk menjalankan python pada startup raspberry menggunakan crontab :
  1. Apabila script yang ditulis memiliki hubungan atau dependensi dengan file lain yang ada pada satu folder maka saya akan membuat bash script terlebih dahulu, berikut contohnya :
    nano new_startup_program.sh
  2. Di dalam file new_startup_program.sh isikan script seperti di bawah :
    #!bin/sh

    cd /
    cd /home/pi/
    python nama_program.py &
    cd /
  3. Kemudian save dan exit.
  4. Ubah permission dari new_startup_program.sh dengan cara :
    chmod 775 new_startup_program.sh
  5. Setelah semua selesai coba jalankan script berikut untuk menguji apakah bash file sudah berhasil :
    sh new_startup_program.sh
  6. Apabila sudah berhasil tambahkan ke crontab  :
    sudo crontab -e
  7. Untuk pertama kali kita akan diminta untuk memilih editor yang akan digunakan, saya lebih merekomendasikan editor NANO karena paling mudah menurut saya, pilih 2 untuk memilih editor tersebut. Setelah masuk ke dalam file ketikkan script berikut di baris paling akhir sebelum exit :
    @reboot sh /home/pi/new_startup_program.sh
  8. Save dan exit dengan Ctrl-x dan Y
  9. Restart raspberry untuk uji coba
Sekian step by step untuk membuat script python menjadi startup pada raspberry pi.

Friday, June 23, 2017

Monitoring Status Pengiriman atau Terima Email VPS

Bagi para admin server atau dalam hal ini lebih tepatnya mail server akan sangat membantu apabila kita dapat melakukan monitoring terhadap proses kirim atau terima email dari para client kita, karena apabila terjadi suatu hal dapat kita bantu untuk cek apakah status dari email tersebut.
Pada VPS caranya cukup mudah, login WHM dengan www.alamatwebsite.com/whm


Login dengan root, kemudian cari menu Mail Delivery Report seperti contoh di bawah ini


Agar kita dapat menemukan status email yang kita inginkan masukkan filter sesuai dengan kebutuhan, setelah itu klik tombol Run Report untuk memunculkan data.

Thursday, June 22, 2017

KONFIGURASI VLAN

VLAN (Virtual Lan) sebuah model jaringan yang tidak terbatas pada kondisi atau lokasi secara fisik, karena dengan menggunakan model ini jaringan akan dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik dari perangkat tersebut. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi lebih flexibel. Berikut contoh konfigurasi VLAN :



Switch>enable
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 10 name A
Switch(vlan)#vlan 20 name B
Switch(vlan)#exit
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fastethernet 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#interface fastethernet 0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#interface fastethernet 0/4
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#interface fastethernet 0/5
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#end
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fastethernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#end


Router>enable
Router#configure t
Router(config)#interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fastethernet 0/0.1
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 1
Router(config-subif)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#interface fastethernet 0/0.2
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#interface fastethernet 0/0.3
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-subif)#end

Wednesday, June 21, 2017

Monitoring Traffic Interface Router Cisco

Sebagai admin jaringan tentu kita membutuhkan untuk memonitoring traffic yang terjadi pada jaringan kita, pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai cara melihat atau melakukan monitoring terhadap setiap interface dari Router Cisco kita, kalau kita menggunakan router mikrotik fitur ini disebut Torch. Berikut step dan juga capture untuk mempermudah dalam memahami panduan ini :

  1. Masuk ke mode root dari cisco anda.
  2. Untuk step awal, tentukan interface mana saja yang akan dimonitoring. Pada contoh kali ini saya akan melakukan monitoring terhadap interface VLAN1 dan FastEhternet0.
  3. Mulai masuk ke bagian interface yang sudah ditentukan kemudian ketikkan perintah :
    #ip flow ingress
    #ip flow egress
  4. Keluar dari interface, namun tetap masuk pada bagian configure-terminal dan ketikkan command berikut untuk membantu filter, pada contoh kali ini saya akan menampilkan 15 pengguna traffice tertinggi dan dilakukan sorting berdasarkan besar traffic pada setiap interface :
    #ip flow-top-talkers
    #top 15
    #sort-by bytes
  5. Setelah semua interface yang ingin di monitoring sudah ditambahkan command di atas, save konfigurasi dengan cara :
    #copy running-config to startup-config
  6. Pastikan konfigurasi tersimpan dengan cara restart router, dan pastikan perintah pada nomor 3 sudah masuk pada bagian startup-config, cara melakukan pengecekan dengan perintah :
    #show running-config
  7. Jika konfigurasi point nomor 3 berhasil dan tersimpan maka akan terlihat seperti berikut pada running-config :
  8. Dan jika konfigurasi nomor 4 berhasil maka pada running-config juga akan ditemui :
  9. Apabila semua konfigurasi sudah berhasil, selanjutnya setiap kita akan melakukan pengecekan terhadap salah satu interface router hanya perlu mengetikkan perintah seperti di bawah pada posisi configure-terminal:
    #show ip flow top-talkers

Sekian cara untuk melakukan monitoring traffic pada setiap interface dari router cisco, Tujuannya adalah agar kita dapat mengetahui traffic mana yang memberikan beban ke jaringan kita sehingga tau apa yang harus kita lakukan.